Astaga, what is wrong with us?
Beberapa hari ini perasaan saya banyak terganggu. Saya berusaha cheer up, meskipun menghadapi banyak masalah dan kekecewaan. Lumayan berhasil. Tapi membaca berita di Kompas hari ini halaman 12, saya merasa sangat down. Sembilan mahasiswa ITB tertangkap jadi joki SNMPTN di Makassar. O great…!
Mahasiswa ini berusaha meloloskan pelanggannya ke Fakultas Kedokteran, Unpad. Untuk itu dia ikut SNMPTN kemudian menyerahkan hasilnya pada pelanggannya itu.
Semua tahu, ini berpangkal pada susahnya mendapat pendidikan yang baik di negeri ini. Saya yang sudah melihat perjuangan Gladys and Kezia untuk masuk universitas sering heran, mengapa negara kita seperti ini. Menyusahkan putera-puteri nya sendiri.
Kemudian sudah rahasia umum, masuk Fakultas Kedokteran itu harus punya banyak uang. Bagaimana mau mendapat layanan kesehatan murah, kalau jadi calon dokter saja sudah seperti ini.
Tapi ini semua bukan alasan untuk menjadi joki. Menjual otak yang sudah dianugerahkan Tuhan itu pada hal-hal kriminal seperti ini.
Dan ini mahasiswa ITB lagi. Di saat-saat rekan-rekannya berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan almamater di berbagai lomba, ini ada sebagian mahasiswa ITB sibuk menipu dengan otaknya.
Saya tidak tahu mau bilang apa, kecuali bahwa begitu banyak yang harus dilakukan. Begitu banyak yang harus dibereskan. Begitu banyak yang harus diperjuangkan. Begitu banyak yang harus diubah.
God, help us…
July 3, 2009 at 9:48 pm
saya cuma bisa berharap rakyat bisa sejahtera pak, supaya hal2 spt ini tidak usah terulang lg…
July 3, 2009 at 10:26 pm
oh … makassar … has it nothing to do with that ?
July 4, 2009 at 9:33 pm
Tuhan para joki adalah uang.
July 7, 2009 at 11:19 am
Shameless… Mudah2an itu 9 mahasiswa langsung dikeluarkan dari ITB.
July 8, 2009 at 3:00 pm
Hilang sudah ijazah dan link mereka ke multinational company.
Selamat datang penjara yang dingin… -_-
July 9, 2009 at 10:25 pm
yaaa mungkin juga karena kepepet masalah ekonomi mereka jadi joki,,
July 10, 2009 at 1:16 pm
Apa jadinya jika orang yang seberkualitas ini (Para joki adalah Pemenang olimpiade, Alumni SMA unggulan, Mahasiswa ITB), orang yang diharapkan bakal menjadi pemimpin di masa depan berMORAL seperti ini? Mudah tergiur oleh materi….. dst. Bakal jadi pemimpin yang koruptor nantinya.
July 31, 2009 at 4:08 pm
mungkin jg kamu yg jd koruptor, jgn nuduh tanpa dasar coy
kualat kamu nanti
July 10, 2009 at 7:25 pm
Konon ada beberapa diantara para joki itu yg juga penerima bea-siswa, bahkan ada yg dibayarin SPP-nya oleh dosennya. So, mungkin bukan sekedar materi, tapi tetap saja unjustified dari sisi manapun …
July 24, 2009 at 2:01 pm
kita harus bersikap adil. tidak dgn cara menjudge bahwa para joki tsb adalah salah. kita tdk mngerti persis apa alasan mreka…
sy prnah kuliah di itb & sy dari kluarga yg pas2an. beasiswa yg sy dpt dulu hnya utk spp.
apa jadinya ktika kluarga sy sdg mndpt cobaan yg mmerlukan bnyk dana. apa yg harus sy lakukan.
adakah yg peduli ktk sy memeras tenaga & otak utk mencari jln kluarnya.
kurang lbih sprti itu. jadi sgt tidak adil jk kita blg, mreka para joki sgt pantas dihukum sberat2nya.
Adakah yg mampu menghakimi dgn seadil-adilnya di dunia yg serba tidak ideal ini?
July 31, 2009 at 4:02 pm
wahai..penghujat joki sadarlah kalian…
joki pekerjaan mulia….
joki jg manusia seperti kalian…
so suci Loh..
Bravo Joki