Perspektif dari Atas
Semua tahu bahwa fakta hidup itu netral, tapi perspektif kita itu menentukan bagaimana perasaan kita tentang fakta itu. Suatu kejadian yang sama bisa membuat gembira atau kecewa. Bergantung perspektif.
Coba anda tebak gambar berikut ini gambar apa? Ini adalah lukisan seorang artis dengan cat. Mungkin sebuah lukisan abstrak ya. Atau lukisan tanaman. Atau chaos.
Memang tidak begitu mudah bukan. Tapi kalau anda perhatikan, bagian atas seperti bentuk wajah manusia. Ada dagu dan mulut wanita.
Ya betul. Gambar tersebut sengaja saya balik. Untuk gambar ini bisa di lihat dengan lebih tepat, kita perlu perspektif dari atas. Gambar sebenarnya kalau di lihat dari atas seperti ini.
Lukisan sang artis ini adalah wajah cantik.
Kamarin di kebaktian minggu di gereja kami, bapak pendeta memberikan contoh seperti ini tentang hidup kita. Gambar yang tidak begitu bermakna kalau di lihat dari bawah, tapi bermakna jelas kalau di lihat dari atas.
Saat Sang Artis Agung melukis hidup kita, kita bisa salah perspektif. Kita bisa menganggap hidup kita kacau, berantakan, dan tidak berbentuk. Kita menggunakan ukuran kita, perspektif kita untuk melihat bahwa kita buruk, tidak berharga, kacau, dan gagal.
Padahal kalau di lihat dari perspektif Sang Artis, perspektif dari atas, hidup kita semakin hari semakin berbentuk, indah, cantik.
Jadi penting bagi kita untuk melihat segala sesuatu dari perspektif Sang Pencipta. Dari Sang Artis Agung, pelukis hidup kita. Jangan terlalu men-judge diri kita secara negatif. Sehingga kita menyerah dan membiarkan hidup kita berantakan.
Karena di mataNya kita adalah makhluk mulia. Makhluk indah.
Mari hidup menurut standarNya.
March 16, 2009 at 3:40 pm
Setuju sekali Pak!
March 17, 2009 at 1:26 am
Shalom Bang…
Setuju bangat dgn opininya yg menarik dan inspirasional. Hidup memang indah dan indah pada waktunya.Disain kehidupan oleh Sang Pencipta luar biasa.Walau banyak tantangan dan keraguan,itu adalah misteri Ilahi.Disitulah letak keagungan Sang Pencipta.Berkat dan anugrah pasti slalu ada dari-Nya.Yang jelas harus diimani smuanya baik.Tapi mesti tetap berjuang dan tak henti berimajinasi sturut kehendak dan perspektif-Nya.
Salam dari kami BPC dan anggota biasa GMKI Bdg.Ut Omnes Unum Sint.GBus.
March 17, 2009 at 7:23 am
Betul pak. Oleh karena itu kita harus menjaga agar kita selalu berpikir positif. Dengan berpikir positif, pandangan kita atas segala sesuatu di sekeliling kita akan berbeda, dan melatih kita juga lebih sabar