Balanced Life
Agustus tahun lalu di UGD Borromeus dokter menyuruh saya untuk hidup seimbang. Balanced life. Sejak itu saya sering merenung. Apa sih artinya hidup yang seimbang?
Mahatma Gandhi pernah ditanya, apakah betul setiap pagi ia bermeditasi selama satu jam. Saat Gandhi mengiyakan, yang nanya jadi bingung. Kok sempat sih. Kalau lagi banyak urusan dan pusing banyak kerjaan, gimana? Jawab Gandhi, “Kalau kerjaan meningkat dua kali lipat, ya meditasinya jadi dua jam…”
Saya pikir-pikir, itu kesimpulan saya tentang hidup yang seimbang.
Jadi hidup yang seimbang itu membagi waktu rileks dan sibuk itu secara proporsional.
Rileks itu membuat kita nanti semakin mampu menghadapi beban tugas. Rileks itu seperti mencharge batere semangat dan kekuatan kita. Jadi, kalau beban semakin berat, maka isi batere kita harus makin besar. Berarti rileks harus semakin besar. Istilahnya, kalau harus menempuh jarak dua kali lipat, besin harus diisi dua kali lipat juga.
Itu yang kita perlu coba sekarang. Saat pekerjaan mulai banyak, dan semakin berat, maka bukan tidur yang ditambah. Tapi olah raga harus semakin berat. Makan harus semakin bergizi. Rileks dan having funnya yang ditambah juga.
Wah gimana caranya ya?
Nah saya pikir orang selama ini salah. Menggunakan aganda, scheduler, Outlook, Calender hanya untuk menjadwal tugas. Seharusnya itu digunakan untuk menjadwalkan keseimbangan itu. Kapan berolahraga, kapan dengar musik, kapan nonton film, kapan main futsal, kapan berjumpa sahabat, kapan nelpon ke orang tua, kapan belanja baju dan sepatu baru di mall. Entry fun ini harus sama banyaknya dengan entry tugas. Jadi semakin banyak tugas di jadwal, semakin banyak rekreasi yang harus kita jadwal. Itu kata Gandhi.
Nah semoga hidup kita bisa seimbang dan tidak endup di UGD lagi…
-
1
Pingback on Feb 21st, 2009 at 2:17 am
[...] yang pernah dosen saya (waktu di ITB) tuliskan di blog Beliau mengenai balanced life, maka sebagai mahasiswa yang baik, tidak ada salahnya mengikuti apa yang Beliau sampaikan. Kita [...]
February 19, 2009 at 6:17 pm
Wah, satu pendekatan terhadap “hidup seimbang” yang menarik. Thnx pak Armein!
February 19, 2009 at 7:09 pm
membuat jadwal yang ketat untuk bisa hidup teratur dan se imbang memang susah susah gampang
February 19, 2009 at 9:01 pm
tapi kadang2 semakin lama jalan2 = semakin banyak belanja, pak.. hehe.. jadi pusing lagi, kantong kering.. =P
February 19, 2009 at 11:18 pm
Broer, memang bener banyak orang keliru menggunakan buku agenda. sebelum mengisi agenda, sebenarnya ada yang lebih penting … menentukan arah dan tujuan hidup … tanpa itu agenda hanya akan membuat kita semakin sibuk … tapi dengan arah dan tujuan yg telah ditentukan agenda akan membantu mempercepat mencapai tujuan …
February 19, 2009 at 11:41 pm
coba baca 7 habits.. mulai dari leadership sampai management… including time management..
April 2, 2011 at 8:21 am
ya betul harus seimbang hak dan kewajiban….