Ina sering memperhatikan tiap pagi. Kalau sarapan pagi tidak surprising atau spesial, anak-anak malas, hoream dan cemberut. Semua jadi bandel. Tapi kalau enak, panas, dan disiapkan dengan serius, anak-anak makan sambil senyum, dan ngobrol ceria. Dan manis seharian. Makanya, bikin atuh sarapan yang enak-enak, hehe. Karena itu setting the tone for the day…
Setting the tone itu istilah yang diambil dari apa yang dilakukan dirigen koor atau orkestra musik sebelum mulai nyanyi. Sebelum nyanyi bareng, sang dirigen mengetuk garpu tala atau meminta sebuah nada (tone) dari pemusik. Dan semua penyanyi menangkap nada dasr itu, sehingga tidak ada yang out of key. Nyanyi koor menjadi menyenangkan, karena diawali dengan setting the tone.
Setting the tone juga berlaku pada acara-acara. Teriakan pertama dari MC menyiapkan suasana dari seluruh acara. Kalau gebrakan pertama segar, maka berikut-berikutnya jadi asik. Pelawak juga berusaha mencari the first laugh, tawaan pertama. Setelah itu, sisanya jadi mudah.
Saya perhatikan, setting the tone juga terjadi saat orang berkelompok. Untuk mencairkan kebekuan, orang berusaha melemparkan jokes, atau menyapa satu sama lain. Apa yang dilontarkan di awal itu men-set suasana kelompok seterusnya.
Nah sayangnya yang sering terjadi, tone yang di set itu jelek. Misalnya, jokes awal yang dilontarkan itu jorok, porno, atau rasis. Kemudian orang lain dalam kelompok merasa perlu menimpali dengan level jorok yang sama. Semua tertawa, dan terjadilah setting norma dalam kelompok: jorok. Semua merasa kalau tidak jorok, ya bukan bagian dari kelompok ini. Semakin jorok, semakin top kontribusi kita dalam kelompok. Sayang ya.
Dalam organisasi atau kantor, hal yang sama terjadi. Rekan sekerja men-set tone awal, misalnya, dengan sikap tidak mau rugi, egois, takut berinisiatif, menyalahkan orang lain, dan berebut proyek untuk korupsi. Maka tone ini di set menjadi norma dalam kantor. Sehingga semua berlomba mencari proyek dan tidak mau saling membantu.
Oleh sebab itu, penting kita untuk mampu men-set the tone. Agar norma dalam kelompok berubah menjadi baik. Kita sensitif bila norma kelompok bergeser ke arah negatif. Sebaliknya kita aktif mengarahkannya pada kebaikan. Ke arah ideal organization…
September 16, 2008 at 8:03 am
kayanya perlu dong ya pak men-set the tone untuk negara kita.. hehehe.. di taun 2009 mungkin?? ^_^