Cahaya Cinta

Pagi ini seperti biasa saya melewati jalan layang Pasupati, dan selalu menikmati pemandangan indah.  Mentari terbit, menyapa kita dengan cahayanya.  Saya tidak bisa menghindar dari pikiran, bahwa matahari adalah mata Tuhan.  Sinar nya adalah cahaya cinta Tuhan bagi manusia alam ciptaan kesayanganNya.  Betapa hangat dan indahnya cahaya cintaNya.

Saya harus mengaku. Meskipun tiap hari melewati jalan itu, tidak selalu saya sempat melihat keindahan ini.  Tidak jarang pikiran saya dipenuhi berbagai masalah.  Berbagai pergumulan.  Sehingga setiba saya di kantor, saya tidak sempat di charged oleh cahaya cinta Ilahi itu.

Ternyata orang tidak saja bisa buta mata.  Ia bisa juga buta cinta.  Tidak bisa melihat cahaya cinta yang bertebaran dari kayangan maupun dari sesama.  Dan bila ia buta, maka gelaplah dunia.

Kemarin siang saya dan anak-anak ke BEC, mau membetulkan HP Andria.  Tidak sengaja kami berpapasan dengan seorang buta yang sedang dituntun satpam BEC.  Betapa gelapnya dunia ini baginya, pikir saya.  Cahaya mentari ada di sekitar kita tapi kita tidak bisa melihatnya.

Tapi mungkin kesimpulan saya itu terlalu cepat.  Saya lihat satpam itu menuntun dia dengan tersenyum.  Mungkin ada cahaya lain yang bisa ia rasakan dengan tuntunan itu.

Hmm, mungkin sebaliknya.  Justru satpam itu mendapat cahaya dari sang tunanetra.  Dari ucapannya, dari rasa terimakasihnya, dari joke nya, atau mungkin suara dan ketrampilan musik dia ini sekelas Stevie Wonder.

Orang Jepang konon sampai menganggap matahari itu Ilahi, bahkan benderanya bendera matahari.  Saya bisa mengapresiasi dan menghargai pandangan religius ini.  Memang cahaya matahari itu luar biasa pentingnya.

Matahari itu seperti bla lampu raksasa.  Reaksi nuklir di matahari membuat nya sangat panas.  Karena panas ini maka permukaan matahari memancarkan energi photon, cahaya.  Mirip seperti lilin,  bara api atau lampu pijar. Cahaya ini tiba dibumi dan ditangkap oleh tanaman melalui fotosintesa.  Energi ini disimpan dalam zat kimia.  Zat kimia ini bisa dimakan makhluk lain (hewan atau manusia) dan energi disimpan dalam karbohidrat, lemak dan sebaginya.  Semuanya datang dari photon.

Pagi ini saya nyetir menggunakan mobil ber BBM.  BBM ini adalah fosil dari tanaman atau hewan.  Jadi energi BBM berasal dari matahari.  Mobil bisa bergerak karena energi matahari yang disimpan fosil.

Begitu juga kompor masak di rumah.

Energi listrik juga begitu.  Banyak orang bilang, energi listrik datang dari air terjun.  Ini benar setengahnya.  Air terjun ini hanya ada kalau ada hujan.  Hujan itu ada karena matahari memanaskan air danau atau laut, sehingga menjadi uap air, awan, dan hujan.  Jadi air bisa ada di tempat tinggi untuk memutar turbin datang akibat energi matahari.

Jadi sudah sangat jelas betapa penting cahaya matahari.  Dan itu cahaya cinta Tuhan.  Jadi kalau anda ingin sekali-kali merasakan langsung kehangatan cinta Ilahi, jangan jadi orang buta.  Bangun pagi dan berdiri di depan terbitnya mentari.  Nikmatilah kehangatan cahayanya…


  1. machmoedsantoso

    wow, sederhana yah tapi ternyata meliputi semua aspek. pantes aja ada penyembah matahari juga.

  2. Setiap hari selalu bersinar, dan tidak pernah terlambat ya Pak …

  3. jadi inget cerita pria yang selalu ingin menjaid matahari bagi wanitanya

    hihihihi

  4. matahari menerangi dunia,sedang matahati menerangi alam semesta bahkan jagad raya.




Leave a Comment