Here we go again.  April 2009 nanti saat mau nyoblos di bilik suara, orang Indonesia akan berhadapan dengan lembar suara yang berisi 34 logo partai.  Semua pusing, hehe.

Pemilu sebenarnya adalah mekanisme kita untuk mencari pemimpin.  Daripada kudeta atau bunuh-bunuhan, calon pemimpin berusaha mencari pengikut melalui pemilu.  Jadi kalau salah pilih, rakyat tanggung sendiri akibatnya.

Sebenarnya urusan kepemimpinan bangsa itu adalah tanggung-jawab semua.  Bukan hanya mereka para caleg, atau parpol.  Tapi seluruh rakyat.

Rakyat harus mendorong anak-anaknya untuk belajar memimpin.  Belajar ilmu hukum.  Belajar mencintai bangsanya.

Kemudian kita memberikan kesempatan mereka untku melatih diri, sejak di sekolah sampai lulus untuk belajar mengurusi orang banyak.  Makin lama tanggungjawab semakin besar.  Akhirnya dia matang dan siap kita pilih di pilkada atau pemilu.

Bill Clinton, misalnya, adalah mantan ketua OSIS, Jaksa, Gubernur Arkansas dua kali, dan kemudian terpilih jadi presiden dua kali.  Dia bersekolah di Oxford (bidang pemerintahan) dan Yale (bidang hukum).  Sempat mendapat gelar Doktor hukum.

Saya sendiri percaya, kalau bangsa ini ingin merdeka, maka pemimpinnya harus ahli hukum yang memerdekakan.  Hukum adalah instrumen untuk memajukan masyarakat.

Jadi kembali ke persoalan 34 parpol kita itu.   Saya pikir kita perlu melakukan bagian kita dengan memilih pemimpin-pemimpin yang ahli (hukum) dan mampu menggerakkan masyarakat.  Mampu menggalang masyarakat untuk maju.

Masud saya, kalau anda menyoblos semata karena keterikatan primordial, maka anda tidak melakukan tugas anda.  Kita me-reward hal-hal yang tidak sesuai dengan kepemimpinan.  Kasihan mereka yang real leader tidak anda pilih.  Sama dengan Idol, anda kirim sms ke teman anda padahal suara dia tidak sebagus kompetitornya yang siang malam latihan sungguh-sungguh.  Semuanya rugi.

Semoga juga Parpol mengisi caleg-caleg dengan ahli hukum.  Karena saya tidak terbayang anggota DPR, pembuat hukum, tidak tahu ilmu hukum.

Selamat menunaikan tugas demokrasi …


  1. Golput !

  2. tau ga pak.. saya baru aja berpikir buat nyoblos ke-34-34nya. maksudnya, yang manapun yang menang saya terima. hahaha..




Leave a Comment