Saya dikirimi DVD video acara reuni SMA Mardiyuana Sukabumi,  angkatan lulusan 1981.  Senang melihatnya.  Cuma saya jadi tahu beberapa teman kami ternyata telah mendahului kami, menghadap Pencipta.

Acara reuni itu sendiri berlangsung di Sukabumi Desember lalu.  Saya hadir ditemani Kezia.  Kami hadir tidak sampai selesai, karena malam itu langsung pulang ke Bandung.

Satu persatu pasfoto SMA kami ditayangkan di layar.  Lucu sekali.  Kezia sampai nggak begitu ngenalin ayahnya.  Tapi beberapa foto teman kami diberi catatan sudah tiada.

Saya bersyukur masih hidup.  Masih ikut acara reuni.  Bahkan masih bisa bawa kezia, yang seumuran saya saat di SMA itu.

Teman-teman saya yang sudah dipanggil Tuhan juga tentu beruntung.  Kembali ke Penciptanya.  Namun tetap ada ras kehilangan.  Ada rasa senasib, seperjalanan.

Ada rasa terimakasih.

Saat kita masih remaja, kita betul-betul masih hijau.  Tidak mengerti.  Tapi teman-teman itu menerima kita sebagai sahabat mereka.  Berbagi keceriaan.  Berbagi kegelisahan, akan seperti apa masa depan kita.  Saya mengenang rekan-rekan se SMA saya itu sebagai sahabat yang polos, yang mau menerima saya tanpa melihat latar belakang, apalagi harta benda.  Oleh sebab itu masa remaja dan masa SMA kita berlalu dengan indah, segar, dan selamat.

Untuk itu, ijinkan saya menyampaikan rasa terimakasih untuk masa lalu itu.  Selamat jalan sahabat-sahabatku.


Leave a Comment