Archive for June, 2008
Seorang Bule sok akrab dengan dua orang Indian. Setelah ngobrol, kedua Indian mengajak si bule untuk having fun ala Indian. Berangkatlah mereka bertiga jalan-jalan di pebukitan tempat tinggal suku Indian tetangga.
Peluang itu datang seperti cahaya mentari. Kita cukup memposisikan diri pada aliran cahaya.
Cita-cita saya agar semua mahasiswa kuliah saya lulus dengan nilai A tidak kesampaian. Bahkan hasil ujian akhir semester (UAS) tidak memuaskan. Cuma tiga orang mendapatkan nilai A. Nah kalau nilai akhir tidak baik, masalah ada di siapa: dosen atau mahasiswa?
Kita kecewa dengan pekerjaan kita? Kantor kita? Atau sebaliknya, sebagai manager, kita kecewa dengan kinerja anak buah kita? Mereka kok tidak bekerja serius? Nohria, Groysberg, dan Lee, tiga pakar Harvard University, menyarankan kita menekuni empat pendorong manusia: acquire, bond, comprehend, dan defend. Apa itu?
Kebebasan dan kemerdekaan menjadi obsesi orang. Kita kemudia terkejut ketika orang menuntut Euthanasia, artinya kematian yang direncanakan dengan baik.Tapi apakah orang memiliki hak untuk mati?
Seorang anak senang sekali akhirnya bisa mendapatkan SIM. Maka langsung sang anak dan ayahnya bergegas menuju mobil mereka untuk menyetir, putar-putar kota. Tapi anak ini heran, kok ayahnya duduk di kursi persis di belakang kursi supir.
Kita tidak ingin diperbudak. Oleh sebab itu kita memproklamasikan kemerdekaan. Kita merayakan hari kemerdekaan sebagai perayaan terpenting di negara kita. Apakah benar kita sudah merdeka? Jangan-jangan kita masih tetap seorang budak.
Terkadang saya bingung, mengapa Tuhan mengijinkan peperangan terjadi di mana-mana? Orang mengangkat senjata dan berusaha menaklukkan lawan-lawannya. Apa sih yang bisa kita pelajari dari ilmu perang? Saya tidak menyukai perang. Tapi kita bisa belajar ilmu perang untuk mengalahkan diri sendiri.
Beberapa waktu lalu saya dengar berita heboh SMS santet. Saya tidak mengerti ini persisnya bagaimana. Apa bisa tulisan di sms membuat orang tersantet?
Salah satu keajaiban alam adalah metamorfosa. Dulu kalau saya bilang ulat bisa berubah menjadi kupu-kupu, pasti banyak orang tidak percaya. Pikiran kita sudah terpaku pada konsep pertumbuhan fisik manusia, dari lahir sampai mati memiliki bentuk yang sama. Tidak bisa berubah.
Tapi alam mengajarkan bahwa perubahan drastis bisa terjadi.
Ada orang yang terbuka dan ada yang tertutup. Hubungan kita sering kurang baik pada orang yang tertutup. Hubungan kita tidak maksimal. Bagaimana mengatasinya? Jangan dipaksa. Gunakan kehangatan. Ibu saya menceritakan kisah Angin Selatan dan Sang Surya saat saya masih kecil yang menjelaskan hal ini.
Terimakasih untuk doa-doanya. Saya sudah kembali lagi ke Bandung dengan selamat tadi malam jam 12. Pagi ini mulai ke kampus lagi.
Malam ini saya ke Semarang dua hari, kembali Rabu malam. Jadi seperti biasa, no posting, Kecuali, tentu saja, kalau ada Internet
“Papa, apa ini rumah oma-opa?”, tanya Gladys saat kami tiba di Tomohon Jumat pagi kemarin. Saya tercenung. Hmm, setelah hidup lebih 75 tahun mereka ternyata tidak punya rumah sendiri.
Kalau kita egois, ekonomi akan maju. Salah satu kesimpulan dari pemikiran Adam Smith adalah adanya invinsible hand yang mengatur orang-orang egois sehingga mereka menghasilkan kebaikan untk semua.
“Just do it…“, adalah semboyan terkenal yang menjadi tagline sepatu Nike. Ini mendorong orang untuk tidak ragu-ragu. Bila kita punya ide bagus, just do it. Saya sendiri tersemangati oleh prinsip ini. Namun akibatnya, saya memulai banyak inisatif dan kemudian kewalahan olehnya. Saya belajar bahwa semboyan ini harus dilengkapi dengan semboyan kedua: Finish it…
Akhirnya tiba juga tadi malam jam 11 di rumah. Gladys dan saya menghabiskan weekend yang menyenangkan di Tomohon dan Manado.
Ternyata masih bisa posting, meskipun dari bandara
Libur lagi nih Besok pagi subuh Gladys dan saya akan ke Manado selama tiga hari. Jadi kemungkinan besar no posting, folks.
Ada orang yang memiliki mata bisnis. Di matanya semua bisa dibisniskan. Ada yang mata keranjang. Asal lawan jenis lewat, langsung melirik. Tapi bisa tidak kita memiliki mata Tuhan, mata yang kudus? Mata yang bisa melihat kekudusan di sekitar kita.
Seorang mahasiswa cuek masuk ke ruang ujian di aula besar. Pengawas sudah kesal melihat gayanya yang tenang-tenang saja padahal waktu sudah setengah main. Tapi dia beri juga lembar soal dan jawaban sambil nyeletuk, “Nih, tidak mungkin kamu bisa menyelesaikan soal sebanyak ini dengan waktu yang tersisa…”
Malaikat masih baik juga pada Mr Gates. Dia boleh memilih sel hukumannya. Dengan diantar malaikat, dia berjalan meninjau ruang-ruang sel yang ada.
Saya bersyukur ikut acara wisuda SMA Gladys tadi malam. Acara memang panjang, hampir lima jam. Tapi saya belajar bagaimana prinsip-prinsip pertumbuhan diterapkan oleh Pak Iwan Tedjasukmana SH, Kepala Sekolah, yang malam itu juga mengumumkan pensiunnya.
Dari duabelas posting tentang impian, kita bisa membuat esensi nya bahwa kita saling menumbuhkan. Pertumbuhan kita tercermin pada pertumbuhan aset kita, yang ditopang oleh sebuah organisasi. Organisasi ini menghasilkan produk yang diperlukan untuk pertumbuhan orang lain.
Pagi sekali telepon sudah berdering. Dari Tomohon. Ina berbicara dengan ibu saya. Satu persatu anak-anak bangun. Menghampiri Ina, dan memeluknya. Pagi yang cerah. Rumah berantakan. Tapi semua senang.
Hari ini saya hanya akan kerja setengah hari. Ada acara wisuda Gladys di daerah Buah Batu. Gladys sudah lulus SMA dan siap-siap menjadi mahasiswa.
Setelah merekrut pekerja dan memastikan pekerja mengerti prinsip-prinsip pertumbuhan, maka kita perlu merancang organisasi untuk tumbuh secara organik (organic growth).
Apakah mimpi-mimpi saya sudah tercapai? Demikian pertanyaan pengujung kita. Ini pertanyaan menarik. Jawabannya singkatnya: banyak yang sudah.
That is a stupid question. Begitu celaan orang sehingga kita tidak mau lagi bertanya. Padahal bertanya, bahkan dengan pertanyaan yang bodoh, membuka banyak jalan. Bertanya adalah pangkal dari kreativitas.
Tiga hari lalu saya duduk dengan seorang alumni yang baru lulus, dan tertarik untuk masuk S2. Dari obrolan ini, tersirat pergumulan banyak alumni tentang masa depan nya. Tentang pilihan karir yang harus diambil. Akhirnya saya sampaikan padanya pendapat saya tentang tiga macam manusia. Dia boleh pilih menjadi yang mana.