Yaah, sama saja

Guru kelas si Udin kesal pada anak ini. Sudah berkali-kali di ajar, anak ini tidak pedulian. Misalnya suatu hari, pak Guru mencek, “Udin, siapa yang meruntuhkan Tembok Berlin?”. Dengan ketakutan, Udin menjawab, “Bukan saya pak, sumpaah…!”

Suatu hari, pak Guru berjumpa ayah si Udin. Langsung ia panggil, dan mengeluh tentang sikap Udin selama ini yang tidak pedulian.

Ayah si Udin tidak percaya dan meremehkan, “Ah, misalnya gimana?”

“Ya itu, saya tanya serius, siapa yang meruntuhkan Tembok Berlin, eehh Udinnya malah mejawab, bukan saya pak, sumpah…, gimana sih”

“Alaah, namanya juga anak anak, mungkin nggak sengaja diaa..”, kata Ayah Udin dengan tidak peduli, “Sudahlah, nggak usah diperpanjang. Bapak hitung saja berapa kerugian tembok itu, saya ganti….”

Walah, sama saja…


  1. tedytirta

    buah jatuh gak jauh dari pohonnya ya Pak :)

Leave a Comment