Sudah enam bulan ini saya menggunakan software Lyx untuk keperluan pemrosesan dokumen. Orang yang senang menggunakan Internet browser akan betah menggunakan Lyx.
Software ini adalah front end dari Latex. Latex adalah pemroses dokumen yang sangat powerful. Namun learning curve Latex cukup tinggi. Saat saya kuliah dulu, saya berhasil membuat makalah utuh dengan Latex. Tapi setelah itu saya nyerah, dan menggunakan MS Word.
Sejak Openoffice 2.0 dirilis, saya meninggalkan MS Word dan pindah sepenuhnya ke openoffice, baik untuk wordpocessing, spreadsheet, maupun presentasi. Meskipun openoffice masih aktif, Lyx sudah mulai menggantikannya, khususnya untuk word processing.
Kelebihan Lyx ada pada kemampuannya untuk menyembunyikan format akhir. Saya tidak peduli bentuk akhir, saya cukup berkonsentrasi pada isi teksnya. Sama dengan menulis source code. Nanti compiler Lyx akan mengubahnya ke dalam PDF.
Libur lebaran tahun lalu saya isi dengan menulis buku. Setelah tiga-empat hari menulis, jadilah sebuah buku yang sudah diterbitkan secara pilot oleh PPTIK, lengkap dengan ISBN nya. Padahal sudah berbulan-bulan saya coba dengan Office, tidak pernah tuntas.
Lyx adalah cara mudah untuk membuat paper, laporan, buku, tesis, dan dokumen standar lainnya. Kalau anda mahasiswa, ini barang bagus untuk digunakan. Jalan di Windows, Linux, dan Mac OSX.
Silahkan dicoba!
April 30, 2008 at 5:30 pm
join ke milis id-latex@itb.ac.id
April 30, 2008 at 7:38 pm
waktu ngerjain TA, saya pernah cobain pake Lyx tp kurang puas. mgkn karena gak familiar. tp setelah saya cobain Texmaker(desktop saya Ubuntu), ternyata lebih “sreg”. Eh ketika draft diserahin ke TU, saya suruh mbenerin format TA saya. Duh ! Klo dari pembimbing saya sih gak masalah, malah beliau menganjurkan pake Latex.
Barangkali format Latex perlu lebih disosialisasikan dalam pengerjaan TA mhs S1 pak ?
just my 2 bits.
May 1, 2008 at 6:46 am
Betul, perlu di sosialisasi terus. Sebenarnya software WYSIWYG seperti word itu kurang memanfaatkan power dari komputer. Jadi kalau kita tidak pintar mengatur format, hasil akhirnya tidak memuaskan.
Kelebihan Tex Lyx dan yang sejenis itu ada pada kemampuan komputer untuk memformat output. Sama dengan wordpress ini, ya. Kita ngetik teksnya, dan wordpress memformatnya untuk kita.
May 1, 2008 at 11:42 am
usul saya gimana kalau PPTIK ITB membuat proyek kecil yaitu
“pembuatan document class LaTeX untuk thesis S2 dan disertasi S3 ITB”
kalau untuk skripsi S1 mungkin agak sulit karena format antar fakultas berbeda, bahkan katanya sesama prodi saja bisa berbeda
June 25, 2008 at 10:39 am
dokument class apa yang digunakan untuk membuat dokumen kantor, perjanjian atau proposal?
lagi bingung gimana agar bisa membuat hasil lyx menjadi menarik
March 18, 2009 at 12:01 pm
Benar Pak, lebih enak pakai Latex. Saya pakai TexShop di Mac. Sayangnya, template penulisan tesis dan disertasi dari SPS – ITB masih dalam format DOC, bukan TEX
March 18, 2009 at 9:48 pm
Sepertinya perlu ada compiler
tex2doc
tex2ppt
tex2odt
tex2opt
tex2flash
Jadinya apapun outputnya, inputnya tetap latex