Peluang selalu muncul saat terjadi disrupsi, discontinuity. Kemarin siang kantor saya didatangi tamu dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Mereka ingin tahu industri apa yang harus dikembangkan ke depan. Khususnya industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Diskusi jadi menarik karena saya ditemani Dr. Leo, Dr. Dwi Larso, dan Dr TA Sanny yang mentrigger banyak ide.
Saya sendiri melihat diskontinuitas terjadi di industri TIK menurut sebuah progression sbb:
- Pemroses Data. Ini dimulai saat perang dunia kedua. Saat biro statistik, bank, militer membutuhkan komputasi untuk mengolah data, maka tumbuhlah industri pengolah data, seperti IBM, Univac. Apple dan IBM menjadi icon dari masuknya industri ini sampai ke masyarakat.
- Pemroses Informasi. Ini dimulai akhir tahun 1980an saat Internet dan seluler mulai merambah. Muncul industri seperti Cisco, Nokia. Namun cikal bakalnya sebenarnya dimulai awal 1900an saat Bell mencipta telepon, dan Marconi mencipta transmisi radio. Microsoft dkk menjadi icon dari masukinya industri ini ke masarakat.
- Pemroses Pengetahuan. Ini dimulai seiring dengan penggunaan komputer untuk mencipta pengetahuan. (Tidak tahu persis tahunnya). Lembaga-lembaga riset menggunakan komputer masif untuk mengelola data cuaca, aliran laut, sampai pada genetika (genome). Lembaga bisnis mengelola data ekonomi dan saham. Google menjadi icon masuknya industri ini ke masyarakat.
- Pemroses Daya Cipta Kreativitas. Kita saat ini sedang memasuki ekonomi kreatif di atas TIK. Multimedia, 3D animasi, musik, teater, entertainment adalah contohnya. Semua sedang bertransformasi memasuki bisnis kreatif ini. Cuma belum ada icon yang menonjol. Anybody from Indonesia?
- Spiritual Computing. Nah ini future kita sebenarnya. Komputer yang memberikan pengalaman transendental. Komputer yang memberikan integritas dalam kehidupan sehari-hari. I think we can compete with China on this, don’t you think? Kan sistem komunis negara itu sudah menghapus sumber daya religius dari bangsa Cina? Hehe
Jadi penting bagi kita untuk segera menyiapkan diri menangkap peluang diskoninuitas ini.
-
1
Pingback on Apr 19th, 2008 at 1:21 pm
[...] perancangan bahasa baru (baru diimpikan) ini terinspirasi dari ide Spiritual Computing yang dilontarkan Pak Armein. Saya ingin bahasa pemrograman yang baru ini membuat pemrograman [...]
-
2
Trackback on May 1st, 2008 at 5:18 pm
tornei texas holdem…
Call duces wild video poker cellular free phone ringtones samsung…
-
3
Trackback on May 5th, 2008 at 1:47 am
supprimer casino online…
Although virtual online casino play free keno online…
April 17, 2008 at 9:44 am
*menebak-nebak sambil menghayal*
computing untuk mendukung spiritual experience ? mengapa kita tidak membangkitkan lagi Virtual Reality? pak joko sepertinya sedang merambah ke sana juga tuh..
January 8, 2009 at 7:21 pm
We are currently budgeting for Cisco WAAS for our WAN