Sebulan lalu saya mengurus perpanjangan SIM di Polwiltabes Bandung Jl Merdeka. Saat itu saya melihat sendiri perubahan yang terjadi, berkat gebrakan Bapak Irjen Pol Susno Duadji, Kapolda Jawa Barat. Polwiltabes jadi bersih dari calo! Bangga dan hormat hati saya kepada beliau dan jajarannya.
Saat kami ke Subang sebulan lalu saya menyadari SIM saya sudah kadaluarsa. Kadaluarsa 6 bulan! Wah. Untung kalau kadaluarsa belum satu tahun, masih bisa diperpanjang biasa.
Senin nya langsung saya pergi ke Kantor Polisi. Saya dengar ada layanan SIM Keliling, yang bisa cepat. Ternyata saya terlambat. Jam 10 mulai, jam 12 tutup.
Jadi besoknya saya buru lagi SIM keliling. Kali ini di Jl Ahmad Yani. Wah sudah banyak orang. Ternyata perlu copy KTP dan SIM. Setelah lari-lari mengcopy, balik lagi ke mobil SIM keliling, polisi minta maaf. Sudah terlalu banyak orang, jhadi form habis. Yah, saya kecewa. Tapi ternyata bukan jodoh saya, karena SIM saya B1 dan C. SIM keliling hanya untuk SIM A dan C. Saya harus ke Polwiltabes nih.
Rabu pagi saya datang ke Polwiltabes. Lho kok sepi? Saya datang ke polisi jaga. Biasanya mereka menyambut sambil menawarkan jasa. Kali ini dengan senyum ramah, si polisi menunjukkan prosedur resmi. Saya harus mengurus berkas dan kesehatan dulu. Saya kemudian pergi ke loket, wah sudah terlalu banyak orang. Balik lagi jumat, karena Rabu ada rapat penting dan Kamis rasanya harus ke Jakarta.
Jumat saya datang ke loket, berkas saya harus dicari. Akhirnya keluar, dan kemudian pergi ke tempat tes kesehatan. Waduh yang antri banyak sekali. Akhirnya saya tinggal.
Sabtu saya balik kembali. Ternyata saya salah, kalau SIM B bisa langsung diperiksa, tidak perlu antri lama. Periksa kesehatan lancar. OK, saya lari kebali ke tempat test nyetir. Nah ini susah untuk lulus. Kita menggunakan simulasi komputer. Sopir kawakan pun tidak dijamin lancar. Tapi saya sekali coba langsung lulus (agak dibantu polisi dengan teriakan aba-abanya hehehe). Dapatlah tanda lulus test nyetir dan kesehatan. Tapi sudah sore. Semua loket tutup. Senin saja.
Senin saya bayar asuransi, dan biaya pembuatan SIM, harus tunggu lama sampai dipanggil karena SIM B1 butuh pengesahan langsung dari saeorang atasan. Setelah itu saya pergi ke ruang test untuk mengisi form detail yang akan muncul di SIM. Dan kemudian pergi ke loket foto. Setelah foto dan tandatangan, tunggu sebentar, voila.. SIM B1 dan C keluar. Masih panas dari pencetakan.
OK ini cerita panjang dan membosankan.
Tapi suatu hal saya mau bilang: tidak ada calo! Polisi tertib, ramah, sangat membantu, dan bersih!
Saya mengorbankan waktu dan emosi banyak sekali. Rapat-rapat di-cancel. Karena urusan ini. Tapi melihat rasa hormat dan pelayanan kembali ke Kantor Polisi, saya rela. Saya ikhlas.
Tentu proses bisa dipercepat, disederhanakan. Tapi itu soal nanti. Yang penting, pulang dari Polwiltabes, saya bersyukur kantor polisi bukan lagi sarang penjahat. Saya berubah menjadi hormat dan bangga sekali punya polisi seperti ini.
Dan saya dengar, ini semua berkat keberanian Irjen Pol Susno Duadji menegakkan kewibawaan polisi.
Mari kita dukung. In meantime, pak Jenderal, ….salam dan hormat saya…
April 10, 2008 at 1:55 pm
Oh itu baru ya pak? Hari Sabtu kemarin saya juga bikin SIM A dan C yang keliling di super indo. Murah ternyata bikinnya, cuman 85 ribu. 5 tahun yang lalu bikin sampai 500rb gara-gara lewat calo. Sedihnya, tahun lahir saya tetap 86 karena korban bikin SIM kecepatan.
April 12, 2008 at 8:00 am
lokasinya dimana saja ya, kalau sim keliling
terus, kalau sim yang dibuat dikeluarkan oleh Kabupaten, apakah bisa diproses di mobil keliling kotamadya?